Menikmati Demokrasi


Sebagai cara memilih pemimpin, demokrasi tetap saja punya musuh dan kawan. Ia dimusuhi diktaktor atau junta militer yang ingin supaya negerinya “aman”.

Kawan demokrasi lebih banyak. Ia ada kelompok liberal dan moderat religius, yang ingin ada kompetisi fair.

Tapi praktiknya lebih rumit. Demokrasi lokal yang terlihat di pilkada sering dilukai oleh pemain gelap, shortcutter yang memanfaatkan keterbatasan pemilik suara. Dalam kondisi masyarakat yang pragmatis, politik uang jelang pencoblosan jadi sangat subur. Sering didengar, sulit dibuktikan di pengadilan.

Selamat deh buat pemimpin baru kota bogor. Semoga amanah.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s