Mencari khusyuk


Mergangsan-20130804-00548Adalah penggal sepuluh hari terakhir ramadhan dimana kita menemukan para pemburu lailatul qadr berkumpul di masjid-masjid.

Siang mereka khusyuk, malam lebih khusyuk. Mereka berdoa untuk kebaikan diri dan keluarganya, meminta ampun atas dosa-dosa yang telah lewat dengan penuh harap.

Kata ust agung, ibarat seekor burung yang punya dua sayap supaya bisa terbang. Sayap pertama adalah rasa takut, khawatir apabila amal-amal selama ini tidak diterima. Apakah sedekah kita yang sudah jutaan rupiah akan diterima Allah Swt? Bagaaimana dengan shalat? Puasa? Seorang hamba dalam khusyuknya akan terus merasa khawatir sehingga akan selalu berusaha memperbaiki diri, cara ibadah dan keikhlasan.

Sayap kedua adalah rasa cinta kepada Allah Swt. Begitu banyak rizki yang telah diberikan kepadanya, mulai kesehatan, iman islam sampai anak-anak yang sholeh. Maka, cintanya kepada Rabb merupakan syukur tiada henti yang diwujudkan dalam tilawah sepanjang malam, shalat-shalat, sedekah dan amal-amal memperbaiki umat dan negeri.

Begitulah, lailatul qadr bisa jadi merupakan mahkota –hadiah kepada mukmin yang melewati masanya dengan rasa takut dan cinta sekaligus. Wallahu’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s