Mesin waktu pada malam seribu bulan


Tinjauan paling ilmiah dari dimensi waktu sudah menarik perhatian banyak orang, dan bahkan sudah berkontribusi dalam kelahiran ceruk baru sebuah produksi budaya massal semacam sinema.

Lihatlah, ada puluhan sinema yang menyinggung perjalanan lintas jaman. Sinema, film dan cerita fiksi dalam novel adalah contoh konkrit bagaimana fitrah manusia sangat terpesona dengan fenomena pelintas waktu –yang kemudian selalu menimbulkan perubahan di urutan waktu berikutnya. Dengan mesin waktu, manusia berkeinginan mengubah masa sekarang menjadi lebih baik.  Sementara, tokoh antagonis selalu memanfaatkan mesin waktu untuk memenuhi hawa nafsu kekuasaan dan material.

Sungguh, produk budaya semacam film pada satu sisi adalah gambaran fitrah setiap insan. Kita membaca fenomena sosial, maka artinya kita membaca diri kita sendiri.

Maka, sungguhlah sayang bila kita menyia-nyiakan kesempatan makna “mesin waktu” yang diciptakan oleh Allah Swt setiap bulan ramadhan. Dengan mesin tersebut, kita tidak perlu hidup selama 83 tahun lebih untuk mendapatkan hikmah dan kebaikan. Kita hanya butuh semalam saja, dan apabila kita mendapatkannya, kata ustdaz, maka kebaikan seribu bulan insyaAllah akan mengubah hidup kita di dunia setelah malam-malam tersebut–dan kehidupan akhirat.

Siapa yang ga ingin hidup bahagia? Siapa yang ga ingin jadi manusia paling beruntung, ibadurrohman?

Kebaikan seribu bulan terlahir antara lain dari lantunan tilawah, dzikir dan sholat malam.  Tapi, apakah kita siap untuk installasi mesin waktu tersebut di hati kita? Malam seribu bulan memang hak prerogratif Allah untuk diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Kita tidak bisa mencampuri hak tersebut. Tugas kita adalah berusaha menyiapkan diri, hati dan ruhiyah sehingga sewaktu-waktu mendapat anugerah itu, kita sudah menyediakan tempat yang kompatibel.

————————————-

Tulisan singkat ini dalam rangka ikut postingan kolaborasi tanggal 27-8-2010 dengan tema: Ramadhan Seribu Bulan

posting-kolaborasi

6 responses to “Mesin waktu pada malam seribu bulan

  1. yuhuuu….kiasannya manteb banget nih. Tepat dan pas banget buat ngeyakinin orang2 yang “sok ilmiah” yang selalu mengutamakan logika akal.

    semoga Tuhan mengampuni segala “kebodohan” hambaMu dan memasukkan kami kedalam orang2 yang mendapat kesempatan menaiki mesin waktuMU. amin

    Terima kasih atas partisipasinya dalam kolaborasi, setiap tanggal 1 awal bulan selalu ada postingkolaborasi. mudah2han next time bisa ikutan lagih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s