REDD+ dimulai, ekspansi sawit jalan terus


Program pengurangan emisi di Indonesia makin bergairah dengan dimulainya kerjasama dengan Norwegia. Dengan kerjasama ini, maka Indonesia akan mendapatkan 1 milyar USD secara bertahap dari Norwegia jika berhasil mengurangi emisi dalam periode tertentu. Program seperti ini dikenal sebagai REDD+, suatu program pengurangan emisi dari penggundulan hutan (deforestation) dan lahan terdegradasi, termasuk aktifitas kehutanan yang lebih banyak memberikan manfaat (do more good) dan lebih sedikit memberikan dampak negatif (do less harm).

Kerjasama ini merupakan babak baru setelah konferensi iklim di Kopenhagen beberapa waktu lalu. Konferensi global itu sendiri tidak berhasil menghasilkan keputusan yang jelas dan mengikat mengenai beberapa hal seperti pendanaan, pembagian manfaat sampai metodologi untuk monitoring, pelaporan dan verifikasi.

Norwegia mengambil posisi teladan dengan mengalokasikan bantuan kepada negara-negara pemilik hutan tropis seperti Indonesia, Tanzania sampai Kongo.  Negara dengan pendapatan perkapita 52 ribu USD ini (atau sekitar 13x lipat dari Indonesia) juga membantu beberapa program lingkungan, seperti:

  • UN REDD Program: 50 million USD
  • World Bank FCPF: 40 million USD (and pledged up to 50 million USD to the Forest Investment Program if this is coordinated with the UN REDD Program and desired by the forest countries)
  • Brazil’s Amazonas Fund: 700 mill NOK for 2008 and 2009

Bagaimanakah rencana Indonesia untuk mengurangi emisi ? Dalam pidato-nya, SBY mengatakan:

Kami akan mencapai target itu melalui, antara lain, manajemen lahan gambut berkesinambungan. Bekerja dengan rekan negara maju, kami akan melindungi hutan tropis Indonesia yang kaya akan karbon dan keragaman hayati yang penting bagi dunia dengan membantu populasi lokal menjadi lebih sejahtera.

Sementara pemberitaan lain menyatakan:

Indonesia, kata Presiden, tidak akan menghentikan produksi kelapa sawit, namun tidak juga membabi buta membuka hutan baru untuk itu.

Kepala Negara menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kebijakan untuk menggunakan lahan terdegradasi guna kelanjutan dari industri minyak kelapa sawit.

“Kami akan mengontrol kelanjutan dari usaha dan industri itu, sehingga tidak akan mengganggu hutan yang harus dilindungi. Jadi saya dengan senang hati mengumumkan bahwa kami memiliki banyak lahan yang disebut lahan terdegradasi yang bisa digunakan untuk usaha pertanian kami, termasuk industri dan perkebunan kelapa sawit,” katanya.

Lebih lanjut Kepala Negara menekankan, Indonesia telah mengidentifikasi secara spesifik apa yang menjadi kewajiban Indonesia dalam kesepakatan konservasi hutan dengan Norwegia itu, antara lain moratorium ijin lahan gambut, menghindari penggundulan hutan, dan mencegah kebakaran hutan.

Ringkasnya, Indonesia akan tetap mengontrol industri lahan sawit (yang sedang ekspansi, menambah luasan kebun) sekaligus:

  • melindungi hutan yang kaya karbon dan keanekaragaman hayati yang penting bagi dunia
  • mensejahterakan masyarakat lokal
  • menghentikan ijin pembukaan lahan gambut
  • penggundulan hutan
  • menggunakan lahan terdegradasi untuk kegiatan pertanian seperti kebun sawit

Beberapa bulan sebelum kerjasama ini diumumkan, pemerintah Indonesia mengumumkan kesanggupannya untuk mengurangi emisi sebanyak 26% hingga 2020.

Wokelah kalau begitu, setidaknya masyarakat masih melihat kalau ekspansi sawit akan berlanjut dan deforestasi akan berkurang. Kerjasama ini mungkin berusaha memutus hubungan antara ekspansi sawit dan deforestasi, seperti yang dituduhkan oleh NGO asing.

Referensi berita

  1. SBY: Malu Jika RI Gagal Turunkan Emisi Karbon
  2. SBY: RI Hentikan Pembukaan Hutan untuk Sawit
  3. Industri Kelapa Sawit Tidak Mengancam Konservasi Hutan
  4. Indonesia Segera Tindaklanjuti Kesepakatan Dengan Norwegia
  5. Norway gives Indonesia $1b to reduce deforestation
  6. Norway gives Indonesia US$1 billion to help reduce deforestation
  7. Norway emerges as champion of rainforest conservation
  8. $4bn fund to protect Indonesia’s forests while president announces partial halt to deforestation

9 responses to “REDD+ dimulai, ekspansi sawit jalan terus

  1. harga kelapa sawit yang di jual jangan sampai merugikan petani.jangan memeras orang kecil,semoga pak President bisa melakukan perbaikan untuk negeri kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s