Ada biaya tersembunyi dalam biodiesel dari kelapa sawit Indonesia


Apakah bahan bakar nabati lebih baik daripada bahan bakar minyak? Berapa biaya tambahan yang harus dikeluarkan ketika kita tetap menggunakan bahan bakar fossil sementara cadangannya terus merosot?

Sebuah laporan dari lembaga penelitian di Amerika membeberkan sejumlah angka yang disebut sebagai biaya tersembunyi.

Biaya ini berhubungan dengan dampak yang harus ditanggung, semacam eksternalistas, pada saat suatu jenis bahan bakar tetap digunakan–namun biaya ini tidak dimasukkan dalam harga pasar yang diterima oleh kita  sebagai pengguna bahan bakar.

Pada penggunaan BBM, maka biaya tersebut termasuk biaya yang ditanggun akibat dampak polusi udara dan kerusakan lingkungan (termasuk emisi karbon). Pada penggunaan BBN atau biofuel, laporan tersebut hanya menyinggung biaya yang dikeluarkan akibat energi tambahan yang digunakan dalam proses konversi bahan mentah biofuel, misalnya jagung, menjadi ethanol.

Untuk biodiesel dari kelapa sawit, kasus di Indonesia tampaknya sangat relevan. Hidden cost yang harus dihitung harus dimulai sejak proses alih fungsi lahan, managemen kebun sampai proses produksi CPO menjadi biodiesel.  Pada tahap alih fungsi, maka nilai ekonomi dari suatu lahan sebelumnya, misalnya hutan, bisa dihitung dengan menggunakan nilai produk kayu, non-kayu dan cadangan karbon yang tersimpan. Pada tahap inilah, Indonesia sering menjadi bulan-bulanan NGO asing yang mengkampanyekan CPO Indonesia dibuat dengan menghancurkan hutan-hutan yang menjadi habitat satwa dilindungi.

Indonesia harus bisa menunjukkan kalau tidak semua kebun kelapa sawit dibuat dari hutan-hutan yang penting. Pada saat yang sama, Indonesia juga harus bisa memperlihatkan kebun-kebun sawit yang dibuat dari hutan harus diperlakukan berbeda, karena memiliki hutang karbon.  Deforestation akan selalu menjadi perhatian publik gobal, jika kita gagal menghadapi isu ini maka ancaman terhadap produk unggulan penghasil devisa semakin memburuk.~

Gambar: Kebun Sawit antara Aceh dan Sumut.

Berikut terjemahan bebas dari artikel CSM The hidden costs of fossil fuels and biofuels too:

Ada biaya tersembunyi (hidden cost) dalam energi yang dihasilkan dengan menggunakan bahan bakar fosil.  Biaya ini, menurut National Research Council, tidak masuk dalam komponen harga pasar batubara, minyak bumi dan bensin atau harga listrik yang diproduksi oleh bahan bakar fosil. Tapi, tetap saja ada pihak yang harus menanggung biaya ini.

Menurut NRC, pada 2005, biaya tersembut pada produksi energi dengan bahan bakar fosil di Amereka mencapai 120 milyar USD. Biaya ini termasuk dampak negatif polusi undara terhadap kesehatan, kerusakan lingkungan karena polusi undara dan efek pemanasan iklim karena emisi karbon.

Pembangkit listrik tenaga batubara memproduksi setengah dari total listrik di Amerika. Laporan tersebut menyebutkan bahwa polutan seperti sulfur dioxide, nitrogen dioxide dan partikulat lainnya menghasilkan biaya tambahan sebesar 63 milyar USD. Jumlah ini setara dengan 3.2 cent kerusakan non-iklim untuk setiap kWh yang dihasilkan.

Sementara untuk pembangkit listrik tenaga gas, biaya tersembunyi-nya lebih sedikit. Ada sekitar 498 pembangkit jenis ini di Amerika dan menurut laporan tersebut, kerusakan yang dibuat setara dengan 740 juta USD.  Nilai itu setara dengan 0.16 cents setiap produksi kWh.

Kendaraan bermotor menyumbang 30% penggunaan energi di Amerika, menghasilkan kerusakan setara 56 milyar USD.  Jika dikonversi, maka nilai itu setara dengan 1.2 sampai 1.7 cents setiap mil perjalanan.

Di sisi pertimbangan iklim, kerusakan yang disebabkan oleh bahan bakar nabati (biofuel) seperti ethanol yang dibuat dari jagung hampir sama atau bahkan sedikit lebih buruk daripada yang dibuat oleh bensin. Ini karena ada tambahan energi yang dibutuhkan untuk mengkonversi jagung menjadi biofuel.

7 responses to “Ada biaya tersembunyi dalam biodiesel dari kelapa sawit Indonesia

  1. terlalu banyak biaya yg disembunyiakn di negeri kita, tdk transparan. maaf komen nya gak nyambung, saya massih mencerna tulisannya ini.

  2. Pingback: REDD+ dimulai, ekspansi sawit jalan terus « Catatan Kecil·

  3. saya setuju denan lubis,,, mereka melakukan itu karena mereka,memiliki tujuan agar minyak nabati mereka lebih laku dipasaran,seperti minyak nabati,jagung,kedelai dan bung matahri yang mereka produksi……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s