Karat maksiat


Ini catatan penjelasan Ustadz Yasir pada suatu malam yang hening. Sengaja catatan ini kuposting supaya bisa menjadi pengingat diri, tersimpan rapi dan gampang dicari suatu saat nanti.

Sang Ustadz memulai uraiannya dengan membacakan Surat Al Mutaffifin ayat 14 dan menekankan kata “Ar Ron” yang diterjemahkan sebagai karat. Arron inilah yang menutup hati, sesuatu yang tumbuh karena perbuatan maksiat. Ukuran arron pada hati berbanding lurus dengan aktivitas maksiat yang ‘berhasil’ dilakukan oleh seseorang.

Apa saja sebenarnya dampak dari perbuatan maksiat?

  • Menghalangi masuknya ilmu. Karena ilmu adalah cahaya, maka arron menjadi penghalang sehingga ilmu tidak bisa memasuki hati seseorang. Imam Malik pernah memberikan nasihat kepada seorang anak masih kecil yang sudah hapal Al-Quran “Allah sudah memberikan cahaya di hatimu, janganlah kau padamkan cahaya itu dengan maksiat”
  • Maksiat menghalangi datangnya rizki. Ketakwaan merupakan pintu datangnya rizki. Ketiadaan takwa dengan banyaknya maksiat membuat rizki menjadi jauh
  • Maksiat membangun jarak antara Allah dengan manusia.
  • Maksiat menjauhkan pelakunya dengan orang baik/shalih
  • Maksiat akan menyulitkan urusan seseorang. Ketakwaan akan membuat dada seseorang menjadi lapang, sementara maksiat membuatnya menjadi sempit
  • Maksiat akan melemahkan hati dan badan
  • Maksiat menghalangi manusia dari ketaatan

3 responses to “Karat maksiat

  1. Pingback: Spring Award di musim markus « Catatan Kecil·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s