Bhirawa bukan rumah susun


Blog mirip sebuah rumah. Makin dirawat, makin cantik maka harganya menarik. Rumah baik juga gampang dicari, alamatnya jelas dan jalan-nya tidak berliku, berlubang atau menyesatkan. Sebuah blog-pun demikian. Supaya gampang dicari, alamat blog harus gampang di-ingat oleh pengunjungnya. Kalau pengunjungnya orang Indonesia, maka kata ‘mbah’ lebih gampang di-eja daripada kata ‘peugeot’.

Sebuah rumah adalah tempat paling nyaman untuk membuka diri dan pikiran pemiliknya. Maka, blog juga sebuah tempat yang nyaman untuk menyuguhkan keterbukaan dan karenanya atribut identitas selalu menyertai.  Saya akan mencoba gagasan rumah blog ini untuk diikutkan dalam Jambore on the Blog.

Saya menemukan blog Bhirawa memiliki beberapa titik kritis, misalnya:

  • Istilah ‘Bhirawa’ bisa sering keliru dengan Birawa (tanpa huruf  ‘h’). Orang-orang tua yang lahir di tanah jawa barangkali gampang membedakan. Tapi, sekarang makin banyak orang sulit mengidentifikasikan diri secara penuh, misalnya. Bapaknya orang  Jawa, ibunya orang Padang dan anaknya lahir di Depok.

  • Bhirawa memiliki kerangka dan tampilan yang memadai. WP self hosted dan feature yang lengkap. Hanya saja, secara pribadi pilihan warnanya membuat mata saya agak berat kalau tidak mau mendekati ‘lesu’. Padahal tag identitasnya menyemangati : “Bhirawa sudah sehat”. Oia, tag itu seperti KTP, makin sering ganti, makin repot. Lebih baik punya satu dan konsisten selama beberapa tahun. Jadi, buatlah yang kira-kira bisa bertahan agak lama.
  • Rumah yang baik itu berfungsi dulu, baru boleh cantik.  Jangan seperti rumah susun, fungsinya banyak tapi tidak urusan dengan kecantikan. Bhirawa juga baiknya demikian, jangan biarkan ada page yang kosong atau broken link. Demi menunjang fungsional blog, gunakan plug-in yang banyak tersedia di jagat maya.
  • Bhirawa sudah punya kecepatan load yang cepat, setidaknya untuk pengunjung dari Indonesia. Oleh karenanya, hal ini perlu dijaga dengan baik dengan isi yang berkualitas.

Nah, demikian catatan kecil ini dibuat untuk memeriahkan jambore. Tidak semua rumah yang baru dibangun itu sempurna. Kadang masih ada yang bocor sana sini, broken link atau cat dindingnya-nya ternyata luntur.  Itu semua bisa diatasi dengan cekatan bila sudah jelas indentitas yang dipegang erat-erat.

19 responses to “Bhirawa bukan rumah susun

  1. Pingback: Akhirnya Hadir Juga Dalam Jambore On The Blog Bhirawa « CITRO MADURA·

  2. Pingback: A recap of feb article: Cigarette « Catatan Kecil·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s