Siapapun presidennya, agendanya tetap utang


Jakarta, the capital of Indonesia and the coun...
Jakarta

Wolfgang Fengler dalam tulisannya Imagine a new Indonesia melihat bagaimana anggaran negara Indonesia dikelola dalam beberapa tahun terakhir.  Katanya, Indonesia sekarang mempunya posisi yang relatif kuat, meski masih ada dua masalah penting : alokasi dana dan implementasinya. Pada 2008, sekitar 23 persen anggaran dikeluarkan untuk subsidi BBM, listrik dan pupuk. Pada tahun lalu juga, tercatat 13 persen anggaran dialokasikan untuk government apparatus –yang menurut Fengler ini disebut alokasi yang besar dan tidak proposional.

Bagaimana kira-kira pemerintahan berikutnya akan mengelola anggaran negara tersebut?  Apakah trend-nya akan tetap diikuti? Ah, bagaimana juga dengan utang-utangnya yang katanya terus meningkat dalam lima tahun terkahir?

Fengler melihat adanya trend kenaikan anggaran pendidikan dalam beberapa tahun ini . Yang menarik, jika trend tersebut dilanjutkan maka anggaran kesehatan dan infrastruktur akan jeblok –bahkan di bawah alokasi untuk subsidi dan government apparatus.  Gampangnya, barangkali kita akan lebih gampang menyekolahkan anak-anak kita di sekolah negeri yang gedungnya terawat. Akan tetapi, mungkin kita harus bersabar dengan jalan yang terus berlubang dan program kesehatan yang tidak itu-itu saja.

Tapi mengubah trend sepertinya perkara yang gampang. Orang mungkin gampang mengatakan liberal, kerakyatan, anti utang atau bahkan jalan tengah –dan pemerintahan baru pastilah akan tetap mewarisi kebijakan pemerintahan sebelumnya, termasuk utang-utang,subsidi dan peraturan terkait anggaran. Apakah presiden baru cukup waktu sebulan untuk menyelesaikan itu?

Utang itu najis, kata Nusantaranews, maka belajarlah dari Argentina yang menjadwalkan kembali untang-utang mereka.  Bedanya, pada waktu itu jumlah utang Argentinya sekitar 50% dari GDP-nya, sementara Indonesia pada 2008 sekitar 30%.  Rasio ini sebenarnya lebih baik daripada tahun 2001 dimana jumlah utang dengan GDP mencapai 80%.  Dan Fengler menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang paling besar dalam pengurangan utang, a world-record holder in debt reduction.

Menurutku sih utang itu boleh asal dikelola dengan baik. Apalagi untuk kegiatan usaha yang bisa meningkatkan produksi maupun daya beli masyarakat. Yang utama, kita memang perlu mandiri dengan terus mengoptimalkan sumber-sumber dalam negeri.

Jadi siapa yang bakal anda pilih untuk presiden mendatang? ~

Reblog this post [with Zemanta]

One response to “Siapapun presidennya, agendanya tetap utang

  1. Klu menurut aku, utang yah ngak ada masalah sih. setuju2 aja Boz….lha wong klu ngak ada duit ya utang saja, yang penting digunakan secara maksimal dan ngak yang untuk macem2 kan ? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s