Petani dan adopsi teknologi


Karakter sosial budaya masyarakat mempengaruhi adopsi teknologi pertanian. Menurut Kasmiyati (2007), faktor sosial budaya yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi pertanian tersebut antara lain faktor pendidikan, komunikasi, empati, orientasi masa depan dan sikap terhadap inovasi teknologi.

Penelitian Kasmiyati berlokasi di daerah Batu, Malang. Saya hanya mendapatkan softcopy abstrak tersebut dan terlihat faktor sosial budaya dijelaskan dengan parameter ‘tinggi’ dan ‘rendah’. Apakah dengan parameter seperti ini bisa mengakomodasi fenomena adopsi teknologi? Saya koq gak yakin yah. Tidak semua parameter sosial budaya bisa dijelaskan dengan ‘tinggi’ atau ‘rendah’. Mungkin kalau tingkat pendidikan bisa menjadi ukuran yang jelas. Tapi, kalau itu menyangkut kebiasaan masyarakat setempat?

Tapi saya tidak sedang mengkritisi hasil riset Kasmiyati. Hasil risetnya dapat memberikan sedikit gambaran yang mudah-mudahan bisa membantu saya menjelaskan bagaimana proses adopsi teknologi oleh para petani sayur di Kecamatan Nanggung, Bogor.

Saya sedang mengamati bagaimana proses adopsi teknologi berjalan di sana. Pada mulanya teknologi yang disiapkan tidak serta merta diperkenalkan kepada petani. Hal ini karena belum terkumpul cukup informasi dasar, misalnya bagaimana kondisi tanah di daerah tersebut. Dengan mengetahui kondisi tanah misalnya, intervensi input pertanian dapat dilakukan dengan lebih seksama.

Faktor komunikasi mungkin perlu mendapat perhatian. Di dalamnya bisa jadi ada metode diseminasi dan intensitas interaksi antara petani dan penyuluh. Faktor lain yang sudah lama menjadi hipotesis kami adalah karakter teknologi yang bersangkutan, baik mengenai keuntungannya maupun keterjangkauannya.

Pembaca, adakah yang punya referensi terkait tema ini? Boleh dunk di-share..:)

One response to “Petani dan adopsi teknologi

  1. Kalau menurut saya; kebiasaan disini adalah menyangkut waktu tanam, memupuk, pemilihan bibit,pengairan ,yang harus di cermati agar hasil panen yg maksimum.
    Sedangkan komunikasi sangat di perlukan agar keteraturan tersebut tercapai. Mohon maaf argument yg ngaco ini🙂
    salam
    aminhers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s