Subsidi Biofuel


Biofuel

Kabar baik bagi Anda yang masih minat dengan biofuel. Pemerintah baru saja mengumumkan akan mengalokasikan subsidi kredit untuk program biofuel dalam RAPBN 2009. Jika DPR sepakat, maka siap-siap program biofuel jalan lagi.

Tapi berapa sih besaran subsidi-nya? Kata media, besarannya sekitar Rp 640, 6 M. Coba bandingkan dengan subsidi BBM yang Rp 101,4 T atau LPG yang Rp 14,6 T. Sementara subsidi listrik sekitar Rp 60,4 T.

Sepertinya tidak banyak yah dibanding dengan subsidi lainnya. ‘Mbah’-nya subsidi, yakni subsidi BBM masih suangat besar, kira-kira sekitar 10% dai total anggaran, dan hampir sama juga besarnya dengan bunga utang 2009. Luar biasa!

Yang bikin luar biasa memang besaran-nya. Subsidi secara umum untuk mendorong kegiatan perekonomian. Di beberapa Negara maju, mereka mensubsidi sector pertanian dalam jumlah yang banyak sehingga produk pertanian dari Negara berkembang tak sanggup bersaing.

Subsidi program biofuel sebaiknya juga bisa memicu produksi dan konsumi biofuel dalam skala local, terutama mereka yang potensial secara geofisik menjadi produsen. Misalnya nih di NTT yang banyak terdapat lahan marginal, cocok sekali kalau program biofuel dari pohon jarak bisa ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana. Di sana biofuel bisa dimanfaatkan untuk transportasi dan listrik sekaligus. Sektor listrik termasuk captive market dengan jumlah konsumsi yang terukur pada setiap periode.

Itu sebagian baru ide melayang saja. Masih penasaran juga bagaimana mekanisme detil subsidi ini nantinya. Jangan-jangan mirip subsidi kredit rumah itu yah? Pembaca ada yang tahu?~

One response to “Subsidi Biofuel

  1. Dengan Hormat,

    Sebelum menambah subsidi yang baru-baru, apakah lebih baik mengecilkan subsisi yang sudah dijalankan. Baru kalau ada penghematan yang dicapai, sebahagian repeat sebahagiannya baru dialokasikan untuk subsidi yang baru.

    Bio Diesel, dicoba dan dimanfaatkan minyak jarak dahulu. Kalau bahan lainnya seperti jagung lebih baik untuk isi perut manusia saja dahulu.
    Kalau kelapa sawit, lebih baik diciptakan produk baru untuk diekspor sebagai bahan untuk membuat sabun dllnya (menambah devisen)

    Ada berita bahwa petani dengan jutaan pohon jarak di Sulawesi Selatan kecewa karena biji jaraknya tak ada yang membeli. Persoalan petani pohon jarak di Sulawesi Selatan ini digarap dan diselesaikan persoalannya.
    Mungkin dengan UU yang mewajibkan setiap truck atau kendaraan lain yang bermesin Diesel milik Pemerintah termasuk TNI, harus memakai minyak campuran dari minyak jarak dan minyak diesel.
    Campuran dari 20% minyak jarak dan 80% minyak diesel.

    MangSi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s