Suaplah daku, niscaya kau dapat hutan


Penangkapan anggota DPR oleh KPK masih ramai dibicarakan oleh media. Meski belum dibuktikan pengadilan, tapi tuduhan suap cukup membuat kita tercengang. Ia seorang politikus dari partai islam, dan suap itu ternyata berkaitan dengan kebijakan alih fungsi hutan di Kepri.

Mungkin berlebihan kalau menyebut peristiwa ini bagian dari scenario pembunuhan karakter partai menjelang Pemilu 2009. Tapi, dilihat dari bagaimana cara sebagian besar media menyampaikan ke publik, maka saya melihat sedang terjadi demarketing partai islam. Bandingkan bagaimana media memberitakan kasus BLBI, yang sering tidak menyebut dari mana asal partai anggota dewan tersebut.

Saya melihat demarketing ini mungkin akan berpengaruh kepada partai-partai islam yang lain. Proses ini tampaknya seirama dengan pulihnya citra partai nasionalis lama yang dulu sering dikaitkan dengan orde baru.

Agenda demarketing ini adalah mendistorsi para pemilih yang sangat loyal kepada isu agama. Upaya ini akan membuat orang berfikir bahwa partai berlabel agama tidak mempunyai nilai tambah, bahkan untuk urusan moral sekalipun.

Jadi demarketing ini sangat jitu karena langsung menusuk jantung –yakni isu moral –dari  jatidiri sebuah partai yang berlabel agama. Dari sini maka kita bisa melihat bahwa masih ada PR yang tampaknya belum dikerjakan oleh politisi muslim dan kendaraan politiknya.

Berikutnya adalah alih fungsi hutan lindung. Seorang anggota sebuah milis dengan becanda menyebut ada cara yang lebih murah untuk mengalih fungsi sebuah hutan dibanding dengan menggunakan PP 2/2008. Caranya : menyuap anggota DPR!
Karena PP 2/2008 biayanya sekitar Rp 2 juta per ha per tahun, dengan suap hanya butuh kira-kira Rp 500 ribu per ha (coba bagi jumlah suap dengan luas hutan yang akan dikonversi). Selamanya.

Hehe..nampaknya perhitungan itu sepele ya. Tapi itulah fakta sarkastik negeri kita. Dalih untuk kepentingan pembangunan mungkin bisa diperdebatkan. Akan tetapi lihatlah bagaimana proses kebijakan itu dibuat : ternyata bisa menjadi kuda tunggangan aksi kejahatan individu.

Kita lihat saja bagaimana kelanjutan kasus ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s