Kontinum Historis


Bosan mendengar berita penangkapan politikus partai islam dalam kasus suap yang terkait alih fungsi hutan lindung, saya menemukan kembali buku Ziauddin Sardar yang diterbitkan oleh Serambi. Buku yang tiga tahun lebih tidak kusentuh lagi.

Gagasan Sardar yang paling menarik adalah tentang cara pandang terhadap Islam, dimana Islam lebih disikapi sebagai sebuah peradaban. Dengan sikap demikian, maka kita dapat benar-benar bersikap adil terhadap dien Islam.

Islam tidak hanya agama, sistem etika atau institusi politik, tapi juga merupakan peradaban yang pernah mengalami kejayaan pada Abad Keemasan dan mendapati titik nadir pada masa kolonialisme. Pada masa post kolonialisme seperti sekarang ini, peradaban muslim tetap hidup di lebih dari 50 negara di dunia.

Sardar melihat kalau pembahasan peradaban islam selalu saja berkisar pada peradaban historis. Sangat jarang sekali disinggung islam sebagai peradaban kontemporer dan peradaban masa depan. Rekonstruksi peradaban perlu dilakukan karena selama ini umat Islam tidak mampu menampilkan Islam sebagai sebuah peradaban yang total. Ibaratnya, bagunan peradaban muslim sekarang sudah tua dan mengalami kerusakan meskipun masih megah.

Jargon ”pandangan hidup yang lengkap” –yang selalu merujuk kepada dalil-dalil klasik—ada baiknya dimaknai juga sebagai jalan untuk menemukan solusi-solusi islami dalam memecahkan permasalahan kontemporer di masyarakat. Sardar di bagian lain juga memperlihatkan 7 tantangan utama yang menghadang. Ia gambarkan sebagai model yang berbentuk bunga dengan empat kelopak : sains dan teknologi, pandangan dunia, aktivitas ekonomi & lingkungan dan kelopak struktur politik dan sosial. Inti bunga itu adalah pandangan islam yang memiliki dua lingkaran : epistimologi dan syariat.

Dari model itulah, rekonstruksi peradaban muslim dimulai. Tantangan-tantangan yang digambarkan dalam model itu tidak dapat ditangani secara terpisah. Semuanya memerlukan elaborasi kontemporer.

Peradaban muslim tidak terikat oleh babakan sejarah atau ruang geografis tertentu selain Alquran dan sunah. Ia hadir pada masa lalu, hidup pada masa sekarang dan muncul di masa mendatang.~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s