Road to Cepu


masjid-agung-demak.jpgIni episode ketika kami diturunkan di Stasiun Tawang Semarang pada dini hari akhir 2007. KA Sembrani yang kami naiki ternyata gentar dihadang air. Belum sampai kami di Stasiun Cepu, para petugas sudah menyuruh kami turun. “Akan ada kereta lain yang mengantar nanti, “ katanya. Iya benar pak, asal banjirnya juga sudah surut.

Beberapa orang dari kami akhirnya sepakat menyewa taksi untuk melanjutkan perjalanan. Kepala Stasiun akhirnya mau menanggung setengah biaya carter ini. Rintik hujan kami terobos, genangan air di atas jalan yang berlubang kami libas saja. Kami mampir juga di Masjid Agung Demak yang bersejarah itu.

Seorang pemuda yang ikut rombongan kami sangat bersemangat. Ia tampak hapal dengan jalan daripada sopir taksi itu sendiri. Beberapa kali sopir sempat ragu-ragu mengambil jalan alternative, tapi si pemuda itu kembali mengingatkan.

Usut punya usut, si pemuda ternyata besoknya harus duduk di pelaminan. Hari itu ia harus ke kantor KUA untuk mengurus dokumennya. Haiiyaa..

One response to “Road to Cepu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s