Laskar Pelangi


Kupikir “Laskar Pelangi” adalah novel naturalis yang memasang tiap atribut sesuai dengan jamannya dan menggunakan gaya tutur yang sederhana. Dengan cara seperti ini kekuatannya tidak sekadar alur yang kuat, tapi juga keluwesan si penulis membangun situasi cerita.

Laskar Pelangi ternyata menggunakan berbagai kosakata yang mutakhir –kadang ilmiah, dan sangat jelas menggambarkan bagaimana si penulis memiliki pengetahuan dan wawasan yang sangat baik. Bumbu lain yang bikin novel ini terus disantap tentu fragmen jenaka-nya. Hal yang menarik lain adalah setting cerita, yang membuat pembaca merasa akrab, salah satunya adalah dengan menampilkan sekolah muhammadiyah dan guru-gurunya yang tulus dan penuh dedikasi.

Laskar PelangiSekarang, saya tidak heran lagi mengapa ada acara yang diselenggarakan oleh salah satu elemen Muhammadiyah mengundang Adrea Hirata. Acara itu mengasah lagi kepekaan kita tentang nasib ummat yang sedang dijajah kemiskinan; sementara upaya pendidikan memiliki roda kuat yang bernama ketulusan dan dedikasi.

Maka benar kata Andy F Noya, siapa yang membacanya akan termotivasi dan merasa berdosa jika tidak mensyukuri hidup.~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s