Hoax Simpati


Dalam sehari kemarin, massanger-ku kebanjiran pesan berantai. Isinya tentang permintaan donor darah untuk seorang mahasiswi ekonomi angkatan 06 yang menderita kanker otak stadium IV. Di dalamnya juga disebutkan nama dan nomor telpon kontak personnya.

Di friendster, ternyata beredar pesan yang serupa. Beruntung seorang rekan di Jogja memperingatkan tentang pesan tersebut. Pesan tersebut, katanya, sangat tidak logis. Isinya pernah beredar melalui sms dan ada variasinya! Ada yang mengatakan kalau Dian, mahasiswi FE tersebut berasal dari UII, ada juga yang mengatakan dari UGM dan ada pula yang beredar kalau berasal dari Unnes. Sementara, pesan yang membanjiri massanger-ku kemarin berasal dari USD!

Kemudian kucek di Yahoo! Answer, ternyata ada juga yang pernah menanyakan dan ada pula yang bersedia mendonorkan darahnya. Sayangnya, nomor Ketut, kontak person di pesan tersebut, tidak bisa dihubungi.

Di berbagai milis, pesan ini pernah beredar pada bulan Oktober, dan sebenarnya sudah ada orang yang memperingatkan kalau pesan tersebut itu palsu. Orang iseng menyebarkan pesan iseng itu dan menjadi hoax dimana-mana.

Sebuah situs anti-hoax menyebutkan tentang Sympathy Hoax, yang isinya juga kurang lebih sama : mengetuk welas asih pembacanya atas kejadian yang menimpa seseorang, biasanya anak kecil –entah karena hilang, menderita penyakit dan lain-lain. Pembaca kemudian diminta menyebarkan pesan ini kepada yang lain.

Ada beberapa saran yang baik apabila kita ingin benar-benar mencari pertolongan melalui internet. (1) hubungi lembaga sosial resmi yang kini sudah banyak dimana-mana. (2) Berikan nomor telepon yang bisa dihubungi (3) Berikan batas waktu di dalam pesan tersebut.

Saran lain bila kita berniat membantu seseorang dengan menyebarkan sebuah pesan, adalah dengan melakukan tabayun (klarifikasi) terlebih dulu sumbernya. Meskipun itu berasal dari boss kita, sahabat, atau dosen kita atau orang yang kita kagumi, tapi itu belum menjamin kebenaran. Kadang mereka juga hanya ikut-ikutan.

Nah, kalau tidak bisa diklarifikasi, sebaiknya sih jangan disebarkan. Soalnya kadang bikin geli, “ih junk-mail koq dipercaya”, even cuma ‘copy paste’ & ‘send’ atau ‘forward’ doang.~

 

One response to “Hoax Simpati

  1. Pingback: Internet tidak akan lupa « Catatan Kecil·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s