Jadi dosen..yuk!



Ini oleh-oleh dari Pitulasan di kampung halaman. Di sana, ternyata masih ada kegiatan karnaval yang diikuti oleh anak-anak sekolah dari SD sampai SMA. Bahkan yang playgroup-pun ikut-ikutan jalan keliling kota.Karnaval, oleh orang yang pegang mikrofon di atas mobil bak terbuka, dikatakan sebagai kegiatan yang menampilkan hasil-hasil pembangunan. Hehe….kayaknya kosakata ‘hasil pembangunan’ ga asing lagi deh, sudah ada sejak jaman Pak Harto.

Apa yang dipikirkan oleh anak tersebut? Ia benar-benar ingin jadi dosen? Dosen di kampus yang sering dihubungkan dengan kekerasan tersebut? Ataukah ia kepengin seperti Inu Kencana yang terkenal itu?

Sepertinya ini wajah pembangunan negeri ini. Ada tentang kekerasan di institusi pendidikan birokrat; ada pula tentang populerisme. Ataukah, anak itu hanya ingin membuat sindiran bagi kita semua? Bahwa tak perlu pejabat atau menteri yang turun untuk menyelesaikan masalah kekerasan itu. Tapi…

“Wes, nyong bae…,” kata anak itu.~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s