Suatu Malam di Pinggir Pajajaran


Ini malam yang menyebalkan. Heh, pas lagi bawa uang dikit, eh tiba-tiba ada paku nempel ke ban motorku. Dah gitu, tu paku ga cuma bikin satu lubang, tapi 5 lubang sekaligus!!

Semula tukang tambalnya mengira cuma satu aja lubangnya. Satu lubang makan waktu sekitar 20 menit untuk menunggu, berarti masih ada waktu optik sebelum tutup. Maklum, perjalanan dari kantor ke optik tu makan waktu agak lama.

Satu lubang selesai ditutup, kemudian tukang tambal itu mencelupkan ban dalamnya ke ember yang berisi air. Dan, blup..blup..blup.. haaaa*&%^*^$ L

Tiba-tiba kuingat dompetku. Ah, masih ada lima ribuan. Itu cukup buat satu atau dua lubang ya? Padahal lubangnya pasti lebih dari itu. Kuperiksa kantung jaketku, ah ada uang ribuan beberapa. Tapi pasti masih kurang.

Kuraba saku depan. Eh, ada sepuluh ribuan. Jadi semuanya ada 22rb. Hmm..cukup ga ya? Kutengok kanan-kiri mencari logo ATM, tapi nihil. Ada paling jauuuh. Males ninggalin motornya sendirian. Apa lagi dengan cicilannya yang masih banyak…hehe

”Mas, ini lubangnya banyak. Mo ganti ban saja atau ditambal?”tanya tukang tambal itu. Ah, pertanyaan ini mengingatkanku pada kelakuan tukang tambal ban di Jakarta. Kata televisi mereka suka menebar paku-paku di jalan, lalu kalo dah dapat mangsa mereka membujuk korbannya untuk ganti ban.

Segera kubuang jauh-jauh pikiran itu. Pikiran yang berlebihan yang malah tidak membuat nyaman perasaaan. Tukang ini keliatannya baik, tempat mangkalnya saja permanen dan dia nungguin sampai pagi atau sampai temannya menggantikan. Lagipula banyak orang yang lalu lalang menyapa tukang tambal ini. Pasti orang ini ramah terhadap sekitarnya..

Pas jarum jam merapat ke angka 9, si A’a tukang tambal ban itu telah menyelesaikan tugasnya. Aq dah siap-siap mengeluarkan KTP-ku kalo nanti gak cukup. Masa bodo KTPnya mo laku atau ga yang penting bannya jangan bocor lagi.

”Udah mas, 20ribu aja,” kata tukang itu. Aaah..alhamdulillah. Jadi duitku masih cukup, so ga perlu lagi nitipin KTP.

Malam itu aq ga jadi ambil kacamata di Botanis. Rencanaku ke pangkas rambut juga gagal. Dua jam lebih waktuku kuhabiskan di pinggir jalan sekitar Pajajaran. Untung waktu itu pas masuk bulan rajab dan sms reminder dah masuk. Sambil nunggu, ku forward sms itu kemana-mana.

Lalu ada yang reply, ”tumben ngingetin bulan rajab. Ada angin apa neh..”

Halaah..?%^&^~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s