Bulan Sabit di Langit Timur


Dia menyebutnya demikian :

Pagi yang dingin pada bulan sabit yang masih menggantung di langit timur
Dia bertanya tentang cerita pagi ini

Cerita tentang kejujuran yang tidak mengantarkan penumpangnya kepada keserakahan
Pada sebuah kehendak ilahi katanya

Pada sebuah nasihat kebaikan bahwa bukan semata harta dan tahta yang menggerakan sendi kehidupan

Akan kemana dirimu menggerakan kuasamu?
Dimana tempat pemberhentian yang akan kaupilih nanti?
Dengan siapa dirimu akan melanjutkan perjalanan?

Dia menyebutnya demikian :
Pagi yang dingin pada bulan sabit yang masih menggantung di langit timur,
Jadikan perjalanan pagimu lebih bermakna bagi hatimu dan orang-orang di sekitarmu


Bogor, 12 Juli 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s