Orang Miskin & Tanah yang Subur


Bagaimana mengurangi kemiskinan di wilayah yang tanahnya subur?

Mungkin jawabannya gampang. Manfaatkan saja tanah-tanah tersebut dengan tanaman produktif yang bernilai ekonomi lebih tinggi. So, hasilnya akan meningkatkan pendapatan para orang-orang yang miskin tersebut.

Hhmm..so simple itu kah? Tentu tidak. Kalau kita sempitkan pembicaraan hanya pada masalah lahan saja, maka itupun belum cukup. Dimana letak tanah-tanah yang subur tersebut? Di daerah yang dekat dengan kota, mungkin orang lebih suka menjadikan tanahnya sebagai permukiman dan usaha komersil.

Sementara di wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan, perubahan penggunaan lahan menjadi masalah yang lebih serius karena fungsi ekosistem terancam. Temuan terbaru juga memperlihatkan bila pelaku deforestasi ternyata tidak hanya korporasi yang mendapatkan untung besar, tapi juga orang-orang miskin itu sendiri. Mereka mengubah hutan karena tanahnya subur.

Di kawasan hutan yang berdekatan dengan permukiman, isu penguasaan lahan menjadi kritis. Di Pulau Jawa, kebanyakan petani hanya memiliki lahan yang tidak seberapa luas. Bahkan sebagian dari mereka hanya menjadi petani penggarap saja. Maka, persoalan menjadi menjadi makin kompleks ketika mereka tidak memiliki akses ke hutan, baik hutan produksi maupun hutan lindung.

Jadi inget nih tulisannya Pak Simon tentang “Hutan Jati dan Kemakmuran”. Baca lagi aah…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s