Panggung Bambu


Ini panggung tempat mempelai disandingkan, pada suatu Jumat siang di Bulan April 2007. Tak ada bunga melati seperti acara syukuran pernikahan biasanya. Yang ada adalah batang-batang bambu yang memperkuat rasa segar suasana dan tempat acara tersebut.

Hmm…dulu masih ada orang yang suka menjual bambu bakda subuh di jalan-jalan di kota kelahiranku. Mereka datang dari desa-desa dengan beban berat di pundaknya. Bersama mereka juga penjual kayu bakar yang menyusun dagannya tersebut seperti huruf ’A’ dan mereka memanggulnya selama perjalanan puluhan kilometer.

Sekarang, orang sudah pakai gas dan minyak tanah. Mendapatkan bambu juga tidak gampang lagi. Dia harus mencarinya ke daerah pinggiran yang bergunung. Ah, yang penting hajatnya sukses..! Selamat yah!:) (foto : Anggun & Yeni’s Wedding @ Banjarnegara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s