Sengon, Spon dan Banjir Jakarta


Gambar ini diambil sekitar akhir 2004 di Temanggung, Jawa Tengah. Ini adalah barisan bibit sengon yang sedang diperika kualitasnya, sebelum benar-benar akan ditanam. Pada saat itu pemerintah sedang giat-giatnya melakukan rehabilitasi lahan dengan berbagai tanaman kayu maupun buah-buahan.

Banyak orang beranggapan bahwa dengan menanam banyak pohon maka bisa mencegah banjir. Banjir di Jakarta beberapa waktu lalu bahkan, katanya, bisa dicegah apabila bagian hulu Sungai Ciliwung atau daerah sekitar Puncak kondisinya baik dalam ‘menyerap’ air. Kondisi yang baik dalam ‘menyerap’ air itu digambarkan bila tutupan lahannya berupa hutan.

Anggapan demikian berasal dari teori ‘spon’ . Bahwa suatu hutan yang baik akan berlaku seperti spon raksasa; menyerap air dan menyimpannya dalam waktu tertentu. Teori spon raksasa dibangun oleh para rimbawan di Eropa, sekitar akhir abad ke-19. Secara singkat teori ini menyatakan bahwa tanah hutan yang kompleks, perakaran dan seresahnya akan bersifat seperti spon yang menyerap air selama musim hujan. Kemudian, pada musim kering air akan dilepaskan secara perlahan.

Sampai sekarang teori ini masih banyak dipakai dalam kebijakan di berbagai negara, meski sudah dikritik sejak 1920an (CIFOR, 2005).

Melakukan rehabilitasi saja tidak bisa mencegah banjir. Jika Teori Spon itu benar, tentu saja memiliki keterbatasan, karena sebuah spon, meskipun berukuran raksasa, tetap memiliki kapasitas. Bila air yang jatuh melebihi kapasitas, maka tetap akan luber.

One response to “Sengon, Spon dan Banjir Jakarta

  1. Pingback: A recap of feb article: Cigarette « Catatan Kecil·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s