Idealisme dan Egoisme = Nyaman (?)


Apa yang membuat kita nyaman di tempat kerja? Gaji? Suasana kerja, lingkungan ataukah peraasaaan kita sendiri?


Maaf, ini mungkin bukan obat yang manjur buat pembaca yang lagi nggak mood di tempat kerja. Entah karena fasilitas terbatas, anggaran dipotong sana-sini, boss tiap hari marah atau apalah..? Seorang rekan belakangan mengeluh, karena anggaran program untuk membeli peta ternyata tidak cair secara utuh. Padahal peta itu diperlukan dalam kerjasama dengan institusi lain. Alasannya macam-macamlah. Buat sumbangan atau subsidi silang. Subsidi silang? Iya, subsidinya menyilang ke atas, jadi si bos yang dapat.

Rekanku yang lain mengeluh karena attitude pimpinannya yang kurang memberikan dukungan. Lebih sering malah melakukan discourage kepada bawahannya. Nah, ini pasti bikin tiap waktu menjadi tidak mood di kantor.

Bagaimana kita menyikapi kenyataan di tempat kerja? Dengan situasi-situasi yang acapkali tidak terduga dan cenderung beraroma emosi negatif?

Seorang teman mengusulkan bahwa ada dua hal yang membuat kita bisa nyaman. Keduanya adalah idealisme dan egoisme. Kalau ingin nyaman, katanya, lepaskan idealisme dan egoisme di tempat kerja. Maka, urusan akan menjadi beres. Nyaman dan mengikuti arus.

Pertama mendengar tentu kaget. Idealisme ditanggalkan? Tentu tidak mungkin. Ini bukan obatnya untuk membuat nyaman di kantor. Bisa jadi ini obat keras untuk penyakit ringan. Atau ini racun yang tidak berguna sama sekali bagi tubuh kita. ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s