Batubara dan listrik kita


Indonesia mungkin tidak perlu mengikuti kecenderungan global akan batubara. Beberapa negara-negara di Eropa barat juga demikian. Penggunaan batubaranya akan semakin menurun di tahun-tahun mendatang, seiring dengan penggunaan gas alam yang memang masih melimpah, khususnya di Eropa. Apakah Indonesia juga akan menggeser pula penggunaan batubaranya? Mari, kita lihat pelan-pelan.Pertama, kecenderungan konsumsi listrik di Indonesia yang tiap tahun makin meningkat, kira-kira 6-7%. Ini bisa jadi pertanda baik, karena perekonomian Indonesia bergerak maju Ini bisa jadi pertanda baik, karena perekonomian Indonesia bergerak maju. Makin banyak kegiatan produksi, maupun konsumsi barang-barang yang membutuhkan listrik.

Kedua, sebagian besar jenis pembangkit listrik di Indonesia ternyata masih didominasi oleh pembangkit berbahan bakar minyak, seperti PLTD. Kelebihan PLTD adalah praktis dan mudah dipindah. Sayangnya jenis pembangkit ini menyerap biaya paling banyak dari ongkos penyediaan listrik, apalagi harga minyak dunia belakangan terus meningkat. perdebatan tentang kenaikan TDL seharusnya tidak dilepaskan dengan fakta seperti ini.

Ketiga, konsumsi listrik terbesar di Indonesia ada di Pulau Jawa. Penduduknya yang berjubel, keberadaan pusat-pusat industri dan kegiatan ekonomi lain adalah alasan logis mengapa pengembangan listrik di Pulau Jawa menjadi vital. Oleh karena itu, jangan heran kalau banyak pembangkit besar dibangun di sini. Beberapa PLTU yang menjadi pembagkit vital harus mendatangkan batubara dari luar jawa.

Keempat, produksi batubara Indonesia termasuk tinggi. Sebagian besar malah di-ekspor untuk memenuhi kebutuhan negara lain. Ini sudah terjadi sejak lama. Pada tahun 1999, ekspor batubara sekitar 54 juta metrik ton. Tahun 2004, jumlah sudah meningkat menjadi 93 juta metrik ton.

Nah, melihat beberapa fakta tersebut, timbul beberapa pemikiran untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, khususnya untuk listrik ini. Pertama, adalah mengusahakan supaya kebutuhan batubara untuk kegiatan pembangkitan listrik tetap aman dalam jangka panjang, dimana kebutuhannya diperkirakan akan terus meningkat. Kedua, mengembangkan teknologi pemanfaatan batubara yang lebih ramah lingkungan. Dalam hal ini, pemerintah harus mengajak kelompok industri energi dan yang terkait.~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s