Sate Pukul, Sate Kapal, Sate Klakson…


Ini kenangan masa kecil yang dibangkitkan kembali oleh tukang sate, tadi sore. Dulu ada tukang sate yang menjual dagangannya dengan memukul keras-keras pikulan dan berteriak..khas : sateee..sateee..Sekarang, tukang sate pukul itu jarang kutemukan kalau lagi pulang kampung. Sate pukul itu, sukanya memang berkeliling malam hari. Di kampungku, orang sekarang mungkin lebih suka mematung di depan kotak ajaib.

Di waktu lain lain ada tukang sate yang berkeliling dengan gerobak yang bentuknya seperti kapal dengan lampu petromaks. Dia tidak perlu berteriak, karena suara gemirincingnya sudah begitu jelas. Sate kapal ini sukanya beredar malam hari di dekat kos-kosanku dulu di Jogja. Hmm..anak kos dulu melihat tukang sate pasti langsung akan mikir harganya J

Di Jakarta ini ternyata tukang satenya memilih klakson motor untuk berkeliling. Orang yang kali pertama melihat mungkin akan menganggap kurang nyeni. Tapi lihatlah cara mereka ketika mendorong atau menarik gerobaknya yang terlihat gesit. Mereka sepertinya benar-benar cocok masuk keluar gang di perkampungan Jakarta yang benar-benar rumit itu.

Nah, suatu saat kalau ada tukang sate jualan pake mobil mungkin jangan kaget. Atau mungkin ada sate kita temukan sewaktu perjalanan keluar kota di dalam pesawat Boeing. Ah, biar dimana-mana yang penting tetap uenak..!~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s