Evil and Goodwill Agreement


Anda mau pilih yang mana?

Pertama, jika tuntutan pemerintah dibatalkan, bagaimana nasib masyarakat yang benar-benar menjadi korban pencemaran tersebut? Pemerintah harusnya memang menanggung, karena mereka juga korban kebijakan masa lalu, meski di konstitusi kita tidak secara terang mengatakannya.

Kedua, posisi sekarang, apakah kita anggap sebagai awal atau akhir dari sebuah proses. Penambang raksasa itu sudah mengakhiri kegiatan utamanya, tapi mereka belum menyelesaikan pertanggungjawabannya.

Kegiatan berakhir, lingkungan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarya pasti juga ikut berubah. Bagaimana kita akan menghadapi perubahan ini. Jika para setan bersepakat, ia hanya akan melihat keuntungan bagi dirinya sendiri. Mungkin ada yang terkesima melihat angka jutaan dollar, mungkin ada yang pengin lega di masa tua dengan melepas dosa-dosanya. Atau juga, daripada masuk ke proses pengadilan yang masih seperti itu…mungkin semakin tidak jelas akhirnya.

Keputusan sudah dibuat tanpa ada pengakuan bersalah sedikitpun, baik dari pemerintah maupun penambang itu. Sementara perdebatan ilmiah menjadi tidak penting lagi karena persoalannya sudah dibawa ke ruang politis. Kesepakatan itu sekarang menjadi jahat dan selamanya akan menjadi jahat bagi korban-korban kejahatan lingkungan yang terus dibiarkan. Negara pun melakukan kejahatan dengan membiarkan suatu kejahatan terus berlangsung.

Kesepakatan itu juga akan menjadi baik hanya sampai pada judulnya saja, jika hak-hak para korban tidak dikembalikan dan tidak ada pencegahan untuk mengulangi peristiwa seperti itu.

Itikad yang baik bisa dimulai dari sini, yakni dengan melakukan yang terbaik dalam menghadapi perubahan pada waktu dan paska penutupan tambang. Kemudian, kita mungkin perlu memperbaiki tata aturan tentang lingkungan menjadi lebih kokoh dan tidak banci lagi.

Selanjutnya, apakah perdebatan tentang adjektif agreement tersebut masih relevan lagi?
Anda mau pilih yang mana?
(-a-)

One response to “Evil and Goodwill Agreement

  1. Pingback: A recap of feb article: Cigarette « Catatan Kecil·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s